...

Berikut Sejarah Ayam Broiler Dan Penyakit Pada Ayam Boiler

Ayam Broiler Sudah menjadi makanan utama keluarga dirumah, Apakah Aman?, Berikut Sejarah Ayam Broiler Dan Penyakit Pada Ayam Boiler.

Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami dan simak Sejarah ayam broiler (non-Kimia).

Berikut Sejarah Ayam Broiler Dan Penyakit Pada Ayam Boiler

Sejarah ayam broiler Hingga Perkembangan produksi ayam broiler di Indonesia mengalami pasang surut. Perkembangan tersebut dapat dibagi menjadi tiga periode, yaitu:

  • Sejarah Ayam Broiler Periode Perintis (1953-1960)

Sejarah Ayam Broiler Periode Perintis (1953-1960)

Berbagai jenis ayam didatangkan selama periode ini untuk memenuhi pasar lokal, di antara jenis ayam yang diimpor adalah White Leghorn (WL), Island Red (IR), New Hampshire (NHS) dan Australope. Daging ayam didatangkan oleh GAPUSI (Gabungan Peternakan Unggas Indonesia). Tindakan yang dilakukan adalah menyilangkan ayam impor dengan ayam lokal. Namun saat itu, tujuan persilangannya hanya untuk hiburan dan hobi, bukan untuk tujuan komersial. Ayam Broiler juga biasanya digunakan untuk membuat dendeng ayam yang enak.

  • Sejarah Ayam Broiler Masa Perkembangan (1961-1970)

Sejarah Ayam Broiler Masa Perkembangan (1961-1970)

Impor benih ayam secara komersial mulai digalakkan pada tahun 1967. Pada saat itu, Administrasi Umum Peternakan dan Peternakan mengembangkan Program Kepemimpinan Komunitas Ayam untuk mempromosikan ayam ras kepada peternak unggas. Saat itu daging semakin sulit didapat, sehingga diharapkan dengan program ini akan meningkatkan konsumsi protein hewani. Apalagi, asupan protein hewani per kapita sangat rendah, yakni 3,5 gram per kapita per hari.

  • Sejarah Ayam Broiler Periode Pertumbuhan (1971-1980)

Sejarah Ayam Broiler Periode Pertumbuhan (1971-1980)

Ayam broiler Bimas pada tahun 1978 merupakan respon terhadap penurunan populasi sapi pada saat itu. Sejalan dengan itu, permintaan penduduk akan ayam broiler meningkat seiring dengan pertumbuhan pendapatan. Namun pada tahun 1998, Indonesia mengalami krisis ekonomi yang mengakibatkan turunnya kepemilikan ayam di tingkat peternak hingga lebih dari 50%. Pada tahun 1999, usaha ayam pedaging dan petelur mulai bangkit kembali. Simak Juga cara mengolah hati ayam yang enak dan tidak bau.

Selama ini ayam broiler sudah dikenal masyarakat Indonesia karena berbagai manfaatnya. Baru setelah 5-6 minggu Anda bisa memanen. Karena masa tanam yang relatif singkat dan menguntungkan, banyak bermunculan breeder baru maupun breeder musiman di berbagai wilayah Indonesia.

Sejarah Ayam Broiler Hama Dan Penyakit Pada Ayam Broiler

  1. Diare berdarah (coccidiosis) Gejala: tinja dan diare berdarah, kurang nafsu makan, sayap keriting, bulu kusam, menggigil kedinginan.
  2. Tetelo (NCD/New Castle Diseae) Gejala : Anak ayam susah bernafas, batuk, bersin, merintih, lesu, mata ngantuk, sayap terlipat, kadang berdarah, berak cair kehijauan ciri tortikolis yaitu kepala berputar tidak menentu dan lumpuh.
  3. Gumboro (infectious bursal disease) merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ayam broiler dan disebabkan oleh virus golongan reovirus. Gejalanya dimulai dengan kehilangan nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, radang di sekitar anus, diare, dan badan gemetar.
  4. Mendengkur atau ngorok (penyakit pernapasan kronis) adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum. Gejalanya meliputi sering bersin, ingus keluar, dan mendengkur saat bernapas.
  5. Buang air besar kapur (Pullorum) disebut penyakit tinja berkapur karena diare adalah gejala yang mudah terlihat. Ayam mengeluarkan tinja berwarna putih yang jika dikeringkan terlihat seperti bubuk jeruk nipis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Kematian dapat terjadi pada hari keempat setelah infeksi.
  6. PHS (Pulmonary Hypertension Syndrome), PHS yang diikuti dengan asites, merupakan salah satu penyebab kerugian produksi ternak. PHS umumnya disebut sebagai asites. Penyebab utamanya adalah peningkatan tekanan hidrostatik intravaskular dan kegagalan ventrikel kanan. Akibat tekanan yang meningkat, transudat meninggalkan pembuluh darah dan menumpuk di rongga perut.
  7. Kaki melepuh merupakan penyakit pada ayam yang sering menyerang organ anggota tubuh dan dikenal dengan nama bumblebee’s foot. Awalnya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi pada kaki. Umumnya kaki melepuh banyak terjadi pada peternakan unggas atau ayam petelur, terutama pada anak ayam umur 25-40 minggu.

Ayam Broiler ini meruapkan makanan utama yang keluarga sukai, zaman sekarang semua orang didunia sudah jarang memakan ayam kampung yang berarti sudah 70-80% orang indonesia kebanyakan mengkonsumsi ayam broiler karena ayam broiler murah dan banyak daging nya, ada sebagian orang juga tidak menyukai ayam broiler karena mengaku eneg dan geli terhadap ayam pedaging tersebut takut akan hal hal kimia yang bersifat tidak aman. Oleh Karena itu Simak artikel diatas untuk mengetahui sejarah ayam broiler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seraphinite AcceleratorBannerText_Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.