...

Jenis Usaha Ayam Broiler Untuk Peternakan Sendiri & Kemitran

Jenis ayam broiler Mempunyai daya produktivitas tinggi. Berikut Jenis Usaha Ayam Broiler Untuk Peternakan Sendiri Hinnga Kemitraan. Simak !

Ternak ayam broiler menjadi peluang usaha bisnis paling menjanjikan yang dapat dipilih oleh peternak maupun pengusaha. Kebutuhan Jenis Usaha Ayam Broiler atau ayam potong yang terus meningkat sebagai dampak lanjutan dari antusiasme masyarakat terhadap berbagai makanan olahan ayam membuat permintaan cenderung stabil. Kehadiran lauk olahan ayam di atas meja makan dengan intensitas yang cukup sering membuat hampir semua orang sudah fammiliar dengan kehadiran lauk olahan ayam.

Sepertinya hampir semua orang sudah familiar dengan kehadiran lauk olahan ayam sebagai menu yang paling sering muncul di meja makan. Bagian tubuh ayam yang sering kita makan adalah bagian paha, dada, sayap, hingga ati dan ampela. Bagian tubuh tersebut merupakan berbagai variasi potongan yang disesuaikan dengan permintaan konsumen. Sebaiknya dalam menjalankan usaha ayam broiler perlu banget untuk menganalisa dengan mencari tahu cara beternak ayam pedaging dari perawatan sampai panen.

Selanjutnya, Chickin Indonesia akan mencoba menjelaskan cara memulai mencari Jenis Usaha Ayam Broiler supaya memberikan keuntungan hingga mencapai 1000 ekor. Dengan memulai usaha ternak ayam broiler kalian bisa memperoleh 2 keuntungan sekaligus dengan daging ayam dan telur ayam yang diahsilkan oleh ayam ternak kalian.

Berikut Jenis Usaha Ayam Broiler Untuk Peternakan Sendiri Hinnga Kemitraan

  • Jenis Usaha Ayam Broiler Peternakan Mandiri

Jenis Usaha Ayam Broiler Peternakan Mandiri

Jenis Usaha Ayam Broiler Peternak non mitra (mandiri) adalah peternak yang mampu menyelenggarakan usaha ternak dengan modal sendiri dan bebas menjual outputnya ke pasar. Seluruh kerugian dan keuntungan ditanggung sendiri. Pendapatan peternak ayam ras pedaging baik yang mandiri maupun pola kemitraan sangat dipengaruhi oleh kombinasi penggunaan faktor-faktor produksi yaitu bibit ayam (DOC); pakan; obat-obatan, vitamin dan vaksin; tenaga kerja; biaya listrik, bahan bakar; serta investasi kandang dan peralatan.

Jenis Usaha Ayam Broiler Mandiri ini prinsipnya menyediakan seluruh input produksi dari modal sendiri dan bebas memasarkan produknya. Pengambilan keputusan mencakup kapan memulai berternak dan memanen ternaknya, serta seluruh keuntungan dan risiko ditanggung sepenuhnya oleh peternak. Adapun ciri ciri peternak mandiri adalah mampu membuat keputusan sendiri tentang:

  1. Perencanaan usaha peternakan
  2. Menentukan fasilitas perkandangan;
  3. Menentukan jenis dan jumlah sapronak (sarana produksi ternak) yang akan digunakan;
  4. Menentukan saat penebaran DOC di dalam kandang;
  5. Menentukan manajemen produksi;
  6. Menentukan tempat dan harga penjualan hasil produksi;
  7. Tidak terikat dalam suatu kemitraan.

Alasan peternak beralih menjadi Jenis Usaha Ayam Broiler kemitraan, yaitu:

  1. Kekurangan modal usaha;
  2. Mengurangi risiko kegagalan/kerugian;
  3. Untuk memperoleh jaminan kepastian penghasilan;
  4. Untuk memperoleh jaminan kepastian dalam pemasaran;
  5. Untuk mendapatkan jaminan kepastian supply.

Peternak mandiri prinsipnya menyediakan seluruh input produksi dari modal sendiri dan bebas memasarkan produknya. Pengambilan keputusan mencakup kapan memulai beternak dan memanen ternaknya, serta seluruh keuntungan dan risiko ditanggung sepenuhnya oleh peternak. Kenapa ayam broiler begitu banyak peminatnya? berikut sejarah ayam broiler.

  • Jenis Usaha Ayam Broiler Kemitraan

Jenis Usaha Ayam Broiler Kemitraan

Jenis Usaha Ayam Broiler Kemitraan adalah pola kerjasama antara perusahaan peternakan selaku mitra usaha inti dengan peternak rakyat selaku mitra usaha plasma, yang dituangkan dalam bentuk ikatan kerjasama. Melalui kemitraan diharapkan terjadi kesetaraan hubungan antara peternak dengan mitra usaha inti sehingga memperkuat posisi tawar peternak, berkurangnya risiko usaha dan terjaminnya pasar yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan peternak. Kemitraan dimaksudkan sebagai upaya pengembangan usaha yang dilandasi kerjasama antara perusahaan dari peternakan rakyat dan pada dasarnya merupakan kerjasama vertikal (vertical partnertship).

Kerjasama tersebut mengandung pengertian bahwa keduabelah pihak harus memperoleh keuntungan dan manfaat. Peternak pola kemitraan (sistem kontrak harga) adalah peternak yang menyelenggarakan usaha ternak dengan pola kerjasama antara perusahaan inti dengan peternak sebagai plasma dimana dalam kontrak telah disepakati harga output dan input yang telah ditetapkan oleh perusahaan inti. Peternak menerima selisih dari perhitungan input dan output.

Peternak plasma yang mengikuti pola kemitraan cukup dengan menyediakan kandang, tenaga kerja, peralatan, listrik dan air, sedangkan bibit (DOC), pakan dan obat-obatan, bimbingan teknis serta pemasaran disediakan oleh perusahaan inti Pada saat panen perusahaan inti akan memotong utang peternak plasma berupa DOC, pakan dan obat-obatan. Apabila terjadi kerugian, maka yang menanggung risiko adalah perusahaan sebatas biaya DOC, pakan dan obat-obatan.

Jenis Usaha Ayam Broiler Kemitraan

Plasma akan memperoleh bonus, apabila Feed Conversion Ratio(FCR) lebih rendah dari yang ditetapkan oleh inti. Sedangkan bagi peternak non mitra, seluruh biaya operasi dan investasi serta pemasaran diusahakan sendiri. Keberhasilan kemitraan usaha sangat ditentukan oleh adanya kepatuhan di antara yang bermitra dalam menjalankan etika bisnisnya. Pelaku-pelaku yang terlibat langsung dalam kemitraan harus memiliki dasar-dasar etika bisnis yang dipahami dan dianut bersama sebagai titik tolak dalam menjalankan kemitraan.

Kegagalan kemitraan pada umumnya disebabkan oleh fondasi dari kemitraan yang kurang kuat dan hanya didasari oleh belas kasihan semata atau atas dasar paksaan pihak lain, bukan atas kebutuhan untuk maju dan berkembang bersama dari pihak-pihak yang bermitra. Kalau kemitraan tidak didasari oleh etika bisnis (nilai, moral, sikap, dan perilaku) yang baik, maka dapat menyebabkan kemitraan tersebut tidak dapat berjalan dengan baik. Suatu pola kemitraan yang ideal mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Pola tersebut mampu mengakomodasi kepentingan ekonomi peternak rakyat dan inti melalui secara progresif
  2. Pola kemitraan mampu mencapai efisiensi dan perbaikan kinerja sistem secara keseluruhan
  3. Mampu meredam gejolak yang bersumber dari faktor eksternal dan mengelola risiko yang mungkin timbul serta mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada.

Pola kemitraan ayam broiler tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan industri ayam broiler di Indonesia. Bahkan pola kemitraan tersebut dilahirkan dari sejarah industri ayam ras sebagai salah satu solusi untuk menciptakan harmonisasi antar pelaku ekonomi dalam industri ayam ras pedaging. Dalam usaha peternakan ayam rakyat khususnya untuk budidaya ayam ras kebijakan yang ditempuh adalah mengutamakan usaha budidaya bagi peternakan rakyat, perorangan, kelompok maupun koperasi sesuai dengan keppres No. 22 tahun 1990.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seraphinite AcceleratorBannerText_Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.